Sabtu, 26 Juli 2008

Balai Berkuak, Senin, 10 Maret 2008

Ada nomor nyasar yang miscall ke nomor hp saya. Nomor itu saya simpan di box simpanan dengan nama A. Kemudian hp saya simpan ke dalam tas hitam saya. Saya terus melakukan aktivitas seperti biasanya. Tidak menghiraukan permasalahan nomor tersebut. Biasalah kalau nomor orang nyasar ke nomor hp kita.
Ternyata setelah pulang dari kerja dan sampai ke rumah. Saya buka hp saya. Saya melihat ada tujuh item sms yang terkirim ke nomor yang barusan miscall dari nomor saya. Padahal saya tidak pernah mengirimkan sms ke nomor itu. Kok bisa terjadi seperti ini ya? Saya jadi bingung sendiri. Siapa yang telah memakai hp saya untuk sms ke nomor dia? Smsnya kosong lagi, tidak ada tulisan. Kok bisa begitu ya?
Nomor itu menjadi misteri sekali. Saya berapa kali menghubunginya selalu tidak menyambung. Saya semakin penasaran saja dibuatnya. Siapa sih dia sebenarnya? Orang benaran atau mahluk halus yang iseng meminjam hp saya untuk melakukan komunikasi dengan temannya? Saya tidak tahu pasti.
Kepenasaran saya semakin menjadi-jadi. Tiap jengkal waktu yang memberikan luang kesempatan pada saya, saya gunakan untuk menghubunginya. Tetapi selalu saja yang didapatkan adalah suara operator telkomsel yang mengatakan bahwa nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Kok bisa begitu ya? Saya tidak patah semangat. Lebih baik saya coba dengan sms saja. Saya pun menulis sms di hari ketiga ketidakaktifan nomor hpnya. Smsnya adalah ass. Teman, klw blh thu gak km spa? Sms saya pun terkirim, tetapi masih ditunda. Berarti nomor hpnya masih tidak aktif. Sms itu saya biarkan saja.
Selepas melaksanakan salat isya, sms saya dibalasnya. Dia mengenalkan namanya Rudi. Saya pun menjadi lega. Kemudian sms saya kirimkan lagi menanyakan dia tinggal dimana? Sms saya dibalasnya. Bahwa dia tinggal di Kapuas Hulu. Tetapi saya masih penasaran dengan suaranya. Akhirnya saya berusaha menghubunginya. Ketika itu nomor hpnya aktif. Alhamdulillah dia bisa dihubungi. Saya bisa berbicara dengannya. Benar dia adalah Rudi yang tinggal di Kapuas Hulu. Tempatnya jauh dari tower. Oleh karena itu, sinyalnya sering hilang. Saya dapat berlega. Kepenasaran saya sudah terjawab. Karena saya sudah dapat berbicara dengannya. Di akhir percakapan dia mengatakan.
”Ambil saja hikmahnya. Kita bisa berkenalan.”
Saya bisa menerima apa yang dikatakannya. Tetapi yang masih mengganjal pikiran saya saat ini yaitu misteri tujuh item sms yang masuk ke nomor HP saya. Kok saya baru dapat menghubunginya di hari ketiga? Mengapa tidak di hari kesatu dan kedua? Apa makna hari ketiga buat dia? Selain itu, siapa sebenarnya yang mengirimkan sms kosong dari hp saya ke nomor hpnya sebanyak tujuh kali? Apa maknanya nomor tujuh di tanggal sepuluh kejadian itu?
~&&&~

0 komentar: