Rabu, 09 Juli 2008

Balai Berkuak, Senin, 11 Februari 2008

Mengapa kejujuran itu sangat sulit untuk diungkapkan?
Kalau diungkapkan sungguh menyakitkan. Padahal kejujuran adalah hal penting dalam kehidupan ini. Tanpa kejujuran, kehidupan ini selalu dibayang-bayangi oleh ketidakharmonisan hubungan kehidupan. Pertengkaran dan percekcokan akan semarak. Karena masing-masing orang saling mencurigai antara satu dengan yang lain. Ketidakpercayaan selalu bercokol di hati mereka masing-masing. Akhirnya disharmonis menjerat mereka sampai mati.
Kejujuran yang penyair terima sungguh menyesakkan. Kejujuran yang memilukan dan menyedihkan. Tak percaya tapi nyata. Penyair mengalami realita kehidupan ini. Realita kehidupan yang akan membuat mata orang terbelalak. Tapi sudahlah.... Biarkanlah kepiluan dan kepahitan ini akan penyair tanggung sendiri. Karena penyair menyadari bahwa penyair bukanlah Maha Kuasa yang dapat menghukum seseorang. Penyair bukanlah Maha Kuasa yang dapat mengganjar kebaikan dan kesalahan hamba-Nya sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan hamba-Nya.
Penyair adalah seorang hamba-Nya yang harus bisa berpikir jernih dan bijaksana untuk menerima pernyataan kejujuran yang memilukan dan menyedihkan, yang telah diungkapkannya. Penyair hanyalah seorang hamba Allah yang diberikan keterbatasan-keterbatasan. Penyair tidak bisa membenci dan merasa jijik pada mahluk ciptaan Allah, karena penyair juga tak lebih dari seorang hamba-Nya yang jijik.
Seharusnya penyair tahu diri, siapa diri penyair ini sebenarnya.
Tahu diri yang tak lebih baik darinya. Yang tak lebih jijik darinya. Hanya penilaian orang lain saja yang membedakannya. Penyair adalah orang baik. Padahal dalamnya, penyair banyak melakukan kesilafan dan dosa dalam kehidupan ini.
Yaa Allah, berikan penyair kekuatan dan keimanan mantap dalam menjalani kehidupan ini.
Yaa Allah, berikan penyair ketegaran dalam menghadapi gesekan-gesekan kehidupan yang akan membuat luka menganga sekujur tubuh.
Yaa Allah, jangan biarkan penyair terlepas dari hidayah-Mu. Dampingilah penyair dalam menapaki jalan kehidupan-Mu.
Yaa Allah, penyair tahu bahwa penyair tidak bisa menentang kodrat-Mu yang jika sekiranya menakdirkan dia adalah orang yang terbaik untuk penyair. Penyair hanya dapat menjalani ketentuan-Mu. Karena penyair tahu bahwa dari balik ketentuan yang Kamu berikan pada penyair pasti ada hikmahnya. Hikmahnya apa? Akan penyair dapatkan setelah penyair menjalani kodrat yang Kamu gariskan itu.
Yaa Allah, jangan Kamu sesaki penyair dengan kegundahgulanaan seperti ini. Menyesakkan dada yang tak tahu rimbanya. Menggelisahkan jiwa yang tak tentu batasnya. Menahan tangisan yang tidak dapat keluar lancar. Menangisi cobaan-Mu yang begitu mendahsyatkan. Penyair akan tetap berusaha tabah menjalaninya. Selain itu, penyair juga termotivasi untuk lebih giat lagi mendekatkan diri pada-Mu dalam meminta petunjuk-Mu yang mantap.
Yaa Allah, jangan Kamu berikan penyair sebuah sifat untuk mengisolasi seseorang karena kesilafan yang dilakukannya sebagai hamba-Mu.
Sebenarnya kalau ingin jujur bahwa tak ada terpikirkan dalam pikirannya untuk melakukan kesilafan itu karena dia terlalu lugu dan awam untuk itu.
Seharusnya Kamu tuntun dia menemukan hidayah-Mu yang lebih cemerlang. Seharusnya Kamu sirnakan semua prasangkaan yang jelek-jelek dalam pikirannya. Seharusnya Kamu berikan petunjuk-Mu agar dia mantap menjadi kekasih-Mu yang sejati.
Yaa Allah, sebenarnya dia tak bersalah. Jangan Kamu hukum dia dengan kesilafannya. Jangan Kamu kucilkan dia karena keteledorannya. Jangan Kamu asingkan dia karena kerapuhannya. Jangan Kamu.....?
Ah, rasa nyeri telah menghantam penyair. Membuat danau dalam jiwa. Yang besarnya danau itu kurang lebih dua kali delapan meter. Ditambah lagi satu meter tingginya permukaan danau itu. Jadilah jumlah besarnya danau itu sama dengan jumlah rakaat dalam salat yang Kamu wajibkan pada hamba-Mu.
Yaa Allah, izinkanlah penyair dapat meringankan penderitaan dan penyesalannya.
Yaa Allah, penyair tahu bahwa Kamu adalah segala penentu kehidupan. Untuk itu kasihi dan sayangi penyair untuk selama-lamanya.
Yaa Allah, jadikanlah penyair menyayanginya seperti cinta penyair pada-Mu.
Allah, yaa Allah. Tiada Tuhan selain Allah.
Muhammad adalah rasulmu.
Subhanaka inni kuntu minal dzalimin.
~&&&~

0 komentar: