Jumat, 08 Agustus 2008

Balai Berkuak, Jumat, 4 April 2008

Sekiranya saya adalah seorang pelukis terkenal yang diberikan kemahiran dalam lukis-melukis, sudah kulukis bayanganmu menjadi sebuah lukisan mahakarya yang tak ternilai harganya. Seni tinggi. Dikagumi oleh semua orang yang melihatnya.
Dengan rambut cintamu bergelombang sepanjang perjalanan.
Dengan mata kasihmu bersinar sepanjang bumi yang masih membutuhkan kehangatan sinar matahari.
Dengan jiwa sayangmu yang begitu lembut dan ramah seluas samudera yang membentang di dunia ini.
Tetapi saya hanyalah seorang penyair yang memiliki sedikit ilmu syair yang diberikan Allah. Penyair yang hanya bisa sedikit menguntai kata syair dalam tulisannya.
Syair yang dapat saya tulis kali ini adalah bayangan dan dirimu adalah wujud sebuah imaji dan kenyataan yang berpadu dalam mimpi dan harapan.
~&&&~

0 komentar: