Jumat, 08 Agustus 2008

Balai Berkuak, Kamis, 24 April 2008

Selesai salat isya, perut ini berbuku dan melilit. Cacing berkeroncongan. Segera saja saya lepaskan baju salat berganti dengan baju harian. Kemudian saya menuju ruang makan. Di sana telah tersedia makanan.
Sebelum makan. Sekilas, mata saya mengekori Oneng yang meringkuk di sebuah kursi. ”Oneng tertidur, karena kekenyangan,” kata wanita penjahit.
Malam ini, wanita penjahit sibuk dengan jahitannya. Jahitan dari pelanggannya yang memberikan bahan untuk dijahitnya, tadi sore. Bunyi mesin jahitnya menciat-ciat halus. Tidak menimbulkan kegaduhan. Takut membangunkan tetangga yang sudah terlelap dalam buaian mimpi.
Saya asyik dengan makan. Makan yang begitu nikmat di malam ini. Karena makannya dari kelaparan, bukan dari selera makan yang dipaksakan untuk makan. Memang suatu yang bersumber dari kelaparan akan terasa nikmat kalau disuguhkan dengan sesuatu yang mengenyangkan.
~&&&~

0 komentar: