Selasa, 02 September 2008

Huruf-Huruf Keriting dalam Cerita Danarto

Huruf-huruf keriting dalam cerita Danarto
Berbicara lantangnya di kekedapan ruangan
Yang dibawakan oleh Danarto di depan podium,
Bertopikan putih berseri dan ulasan senyum persahabatan
Menjamah hati dan mata batin manusia
Terukir dalam format hari yang tak menentu

Musim kemarau yang mengandung kesejukan
Di daerah ini
Menggerakkan huruf-huruf tersebut berseliweran
Menembus jantung yang kesepian
Mencari kekhasan masing-masing dalam persajakan hidup

Huruf –huruf keriting yang tenang itu segera mengental
Dalam beribu kepala-kepala terpenggal
Dari beribu suku dan budaya yang berbeda
: memikir atau berdiskusi
: Berbuat atau berdiam
Atau menyumpahi nasib

Huruf-huruf keriting dalam cerita Danarto
Tersorok di kursi panjang empat persegi
Dengan belakang kursinya berbentuk kubus bundar
Hanya mempunyai satu kaki tumpuan
Oleng ke kiri dan ke kanan,

Hasrat pun membara menetaskan pikiran manusia
Sehingga memberikan ruang pertanyaan pada Danarto
”Betulkah tumpuan satu kaki ini adalah cinta?”
”Betul. Tapi sebagian besarnya adalah kepasrahan total pada kebenaran,” jawab Danarto dengan tersenyum beribu makna.

Balai Berkuak, 25082008

0 komentar: