Senin, 01 September 2008

SMPN 1 Simpang Hulu, Balai Berkuak, Selasa, 6 Mei 2008

Kubilang ini adalah lingkaran berbelit. Pembodohan terhadap siswa.

Di satu sisi menjaga kredibilitas sebuah nama baik. Di sisi lain adalah pembodohan terhadap siswa secara berkelanjutan. Sehingga terkesan bahwa siswa memiliki kepintaran tetapi ternyata tidak. Karena hasil yang mereka peroleh adalah hasil dari pemanipulasian kepandaian.

Bagi orang-orang yang tidak setuju dengan hal tersebut, yaitu membantu siswa dengan cara tak memberikan kunci jawabannya. Biar tidak diketahui pengawas dari kabupaten dan tim pemantau independen. Orang-orang tersebut akan tidak dijadikan pengawas lagi pada ujian berikutnya. Kasihan ya?

Seharusnya lingkaran itu diberantas di daerah ini, tetapi lingkaran itu malahan merajalela. Karena lingkaran itu sudah menjadi sebuah tradisi yang turun temurun.

Kalau begini caranya, mana mungkin sebuah kemajuan akan dicapai. Kalau siswa yang menjadi objek pendidikan tersebut selalu dibuat manja, menerima apa adanya. Tidak diajak berpikir kritis, hanya diberikan kebanggaan sesaat, tetapi pembodohan berkarat, yang terus berlanjut dan berlanjut.

Lingkaran semacam ini lebih tepat disebut apa ya?

Disebut lingkaran setan, terlalu kasar sebutannya. Disebut lingkaran jaring laba-laba. Eit, tunggu dulu. Nanti laba-labanya marah. Karena eksistensi namanya dikaitkan dalam tindakan yang tidak baik. Padahal laba-laba ada yang baik. Tidak selamanya laba-laba dikategorikan hewan yang jahat.

Untuk menentukan baik atau jahatnya dari suatu tingkah laku adalah urusan moral dan nurani.

Pertanyaan yang timbul dalam pemikiran kita. Sudah bermoral baikkah kita kalau melakukan hal pembodohan terhadap umat? Sudah benarkah nurani kita bertindak kalau perasaan kita masih dalam perbuatan munafik? Munafik dalam artian bahwa lain yang dikatakan lain yang dilakukan. Munafik yang mencenderungkan untuk menikmati kebahagiaan dan kebesaran hati hanya sesaat, bukan untuk selama-lamanya.

Jadi, janganlah kita menjadi orang yang munafik.

Jadilah kita, orang yang baik dan benar.

Biarkanlah lingkaran itu menjadi lingkaran yang tidak berbelit. Biarkanlah mereka menentukan keberhasilan mereka sendiri. Biarkanlah mereka merasakan kemandirian yang begitu sulit untuk diterapkan. Biarkanlah mereka berkembang dengan cara mereka sendiri untuk mengembangkan diri mereka. Biarkanlah mereka meraih sukses dengan jerih payah dan keringat mereka sendiri.

~&&&~

0 komentar: