Minggu, 19 Oktober 2008

Pontianak, 27 Juli 2008

Pagi masih menghangat dan mengabut. Berselubung. Kutangking laptop dan kunaiki vega bersama adik bontotku. Sedangkan tasku dibawakan oleh bapakku bersama emakku. Kami sekeluarga meninggalkan rumah menuju bandara Supadio.
Pagi yang mengabut ini kami terabas dengan kebanggaan. Vega dan shogun melaju dengan tenangnya. Menyanyikan putaran rodanya yang stabil. Pukul 07.00 kami tiba di bandara. Rupanya sudah ramai orang-orang berkumpul. Orang-orang yang akan pergi ke Jakarta. Saya pun check in untuk keberangkatan. Bapak dan ibuku juga mengantarkanku ke ruang tunggu. Untuk memasuki ruang tunggu selain penumpang harus membayar uang izin masuk, yang perorangnya dikenai dua puluh lima ribu. Orang tuaku membayarnya sehingga mereka diizinkan masuk.
Ac yang berhembus. Badan serasa sejuk. Saluran pembuanganku menjadi dingin. Sehingga dua kali aku harus bolak-balik ke WC untuk membuang air tersebut. Sampai suara operator mengumumkan bahwa pesawat terbang Lion Air akan berangkat menuju Jakarta. Aku bersiap-siap menuju pesawat terbang. Aku pamit pada orang tuaku dengan cara mencium tangan mereka penuh khidmat. Aku minta didoakan dengan orang tuaku agar selamat dalam perjalanan ke tempat kegiatan dan pulang lagi ke Pontianak.
~&&&~

0 komentar: