Minggu, 19 Oktober 2008

Wisma Jayakarta (Cisarua, Bogor), Subuh hari, 28 Juli 2008

Pagi yang mencucuk seluruh tubuh tidak kupedulikan. Sejuknya. Kakiku juga kesemutan tak kuhiraukan. Aku harus dapat menikmati pagi di daerah ini walau dalam kamar. Di kamar ini kucoba menguntai kata-kata dalam catatan harian ini.
Pukul 06.00, aku keluar dari kamar. Menikmati pagi yang benar-benar pagi. Dengan cicitan suara burung layang-layang yang gembiranya menyambut pagi. Gurauan kucing di halaman depan wisma yang sungguh riangnya. Kemudian diperindah lagi dengan hamparan pepohonan yang menyebar di depan, samping kiri, dan samping kanan wisma, seperti pohon pinus yang diam berzikir memuji keagungan Allah. Semakin adem daerah ini kurasakan dalam peredaran napasku. Keademan yang betul-betul menyegarkan.
Dua orang lelaki muda membersihkan mobil-mobil yang terparkir di halaman depan Wisma. Mereka begitu bersemangat. Mereka terus berpacu dengan hari. Menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik mungkin. Alhamdulillah, terselesaikan juga kerjaan mereka sesuai yang mereka rencanakan.
Di Depan wisma, ada sebuah rumah mungil. Dari rumah mungil itu, keluar seorang gadis belia dengan pakaian biru stelan rompi dan bercelana panjang hitam membawa makanan ikan. Gadis belia memberi makan ikan-ikan yang berada di kolam, depan rumahnya. Kemudian gadis belia masuk lagi ke dalam rumahnya.
~&&&~

0 komentar: