Rabu, 27 Mei 2009

Jika Pohon Adalah Budaya Nasional Maka Akar-Akar adalah Budaya Daerah

Jika budaya nasional adalah pohon maka akar-akar pohonnya adalah budaya daerah.
Pohon akan tumbuh tegap menjulang langit kalau ditopang dengan akar-akar pohonnya yang kuat dan beraneka ragam, menghunjam erat di tanah kesuburan. Tapi, kalau akar-akar pohon itu hanya satu, kecenderungannya maka pohon itu akan goyah. Apalagi akar-akar pohon itu tidak mendapatkan nutrisi yang baik dari tanah maka kecenderungannya maka pohon itu akan layu dan meranggas. Tidak indah untuk dipandang mata. Lebih menyedihkan lagi kalau akar pohon itu keropos tak pernah disiram dengan pupuk kesuburan maka kecenderungan pohon akan mati. Lalu tumbang. Tak berharga lagi.
Jika budaya nasional adalah pohon maka akar-akar pohonnya adalah budaya daerah.
Akar-akar pohon itu harus dirawat dengan baik dan selalu disiram dengan air agar akar-akar pohon itu dapat menopang ketegapan pohon. Selain itu, dari akar-akar pohon yang baik itu akan mendorong pohon itu memunculkan pertumbuhan buah yang enak untuk dimakan oleh siapa saja yang melihatnya. Tentunya, semua orang akan tergiur dengan buah yang segar dan ranum. Ingin menikmatinya. Setelah menikmatinya mereka pun berdecak nikmat. Akhirnya mereka pun ingin menikmati buah itu setiap saat. Otomatis kalau semua orang sudah tertarik menikmati buah pohon itu maka pohon itu menjadi memiliki daya guna yang tinggi.
Untuk menghasilkan tanah yang baik dan gembur maka kita harus menggemburkannya. Menggemburkannya adalah dengan menggali, merawat, dan melestarikan budaya daerah dengan sebuah kebanggaan. Bangga karena memiliki budaya yang memiliki ciri khas yang patut diperhitungkan di khalayak ramai. Bangga melestarikan budaya daerah dari terjangan budaya asing yang semakin hari semakin hebat menggerogoti keaslian budaya daerah tersebut, agar budaya daerah itu mulai hilang keasliannya dan hanya menampakkan kesuraman. Bangga mempraktikkan budaya daerah dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjukkan identitas diri kita sebagai bangsa yang memiliki budaya daerah yang patut diperhitungkan dan dapat dibanggakan agar orang lain dapat memuji tentang keaslian dan keunikkan budaya daerah yang kita miliki.
Jika budaya nasional adalah pohon maka akar-akar pohonnya adalah budaya daerah
Akar-akar pohon harus dirawat dengan teliti setiap waktu. Jangan sampai tercemar oleh zat karbondioksida atau asap limbah pabrik yang menjulang. Yang limbah tersebut akan membuat akar-akar pohon itu busuk dan bernanah. Mati terkulai dengan tak menampilkan isi ketegarannya sebagai akar-akar pohon yang merupakan penunjang tegapnya pohon.
Coba kita bayangkan. Bagaimana sekiranya bila akar-akar pohon itu tak ada dimiliki pohon apa jadinya pohon? Pohon akan merana dan mati. Karena tempat kakinya berpijak yang tegap tak ada lagi. Oleh karena itu, kita yang merasa memiliki pohon itu harus mampu sekuat tenaga dan sepenuh daya kita menjaganya, jangan sampai mengotori pohon tersebut. Atau menyeteknya dengan tambahan nutrisi lain yang lebih menggemukkan pohon. Memang pohonnya akan gemuk akan sehat. Tapi, keaslian nutrisi yang diserap akar-akar pohon tak murni lagi. Selain itu, akar-akar pohon juga akan memberikan nutrisi yang sudah bercampur ke pohon yang menyebabkan pohon akan tercemar. Kalau pohon sudah tercemar nutrisi tersebut, maka pohon tersebut sudah tak disebut pohon tetapi sudah ditambah ujungnya pohon disetek. Jadi, lebih baik pohon yang kita miliki biarkan saja asli, tak usah disetek atau ditempel dengan nutrisi yang lain.
Jika budaya nasional adalah pohon maka akar-akar pohonnya adalah budaya daerah
Akar-akar pohon yang sudah tegap dan mantap harus dijaga setiap waktu dari bendungan benalu. Benalu yang suka menggerogoti dan melilit pohon serta menyerap nutrisi akar pohon. Kita yang memiliki pohon harus cepat dan cekatan memberantas dan membasmi benalu agar tak menghambat pertumbuhan pohon menjadi mantap berdiri dan menghasilkan buah yang manis untuk dijadikan kebanggaan kita sebagai pemilik pohon. Semoga saja pohon yang kita miliki tetap berdiri tegap dan menghasilkan buah manis dengan adanya kebersamaan kita untuk menjaga, merawat, dan memperhatikan pohon kita setiap waktu dengan memberikannya nutrisi yang baik sesuai dengan kebutuhan akar-akar pohon untuk menumbuhkan pohon. Semoga kita akan tetap selalu mampu menjaga pohon kita tetap tumbuh tegap, menghasilkan buah yang manis dan asli. *

0 komentar: