Senin, 04 Mei 2009

Kemunculan Jus Worker Bus

Angin pagi menghembus dagu. Deruan pesawat mengaduk makanan yang tersisa di cela selokan.
”Sialan,” kata seorang pengemis parlente yang memakai jas berdasi. Dasi yang dipakainya adalah dasi kodok bernyanyi di musim penghujan. Betul sekali sekarang ini memang musim penghujan.
Pesawat yang menderu itu mendarat di landasan aspal yang kena penyakit ayan. Sehingga mematikan nyamuk yang sudah kelaparan. Jus Worker Bus keluar sendiri dari mulut pesawat bersamaan dengan dentuman peluru yang ditembakkan seorang polisi yang nyasar menembus rumah penduduk. Penduduk yang lagi asyik menunggingi bantal guling bau apek kabu-kabu. Badan penduduk menjadi bolong. Karena pelurunya bersarang telak penuh tawa ke tubuh penduduk tersebut. Haha.....
Terminal dekat pesawat mendarat Jus Worker Bus sesak penuh penumpang. Semua mata orang-orang terpana dengan kehadiran Jus Worker Bus di terminal. Orang-orang baru tersadar setelah disadarkan oleh magic David Copperpiel yang dilancarkan oleh pesulap andal Balai Berkuak. Dengan tak menyisakan khayalan. Orang-orang mulai kasak-kusuk. Komentar-komentar mahal maupun murahan dilontarkan. Membuat seisi terminal menjadi bau. Bau apek. Bau kentut. Bau sampah sampai bau ketiak yang tak pernah diberi deodoran. Maklum deodoran tak pernah sudi menemani orang-orang itu.
Deodorankan sudah diberangus oleh pemerintah, karena membuat gara-gara merusak ketek orang-orang menjadi botak tak berbulu. Deodoran diisolasi pemerintah ke rumah sakit jiwa. Walau sebenarnya deodoran bukanlah pengidap penyakit virus gila. Tetap saja dia dianggap gila. Mungkin dunia ini sudah gila kali ya?
Kemunculan Jus Worker Bus yang tak terduga oleh penumpang-penumpang bus menimbulkan reaksi kimia. CO2 + H2O jadinya apa? Tak mengertilah, karena Jus Worker Bus tak paham ilmu begitu. Abis dia tak tamat SMA. Kalau yang penasaran dengan reaksi kimia itu, tanya saja jawabannya dengan guru kimia. Pasti oke jawabannya. Kalau tak oke, guru kimianya dijadikan CO2 + H2O. Bereskan.
Selain itu, ada cara lain mengetahui reaksi kimia tersebut yaitu menuliskan pada iklan kata OKE dan bila perlu tulis kata OKE tersebut besar-besar di jidat masing-masing. Biar mantap. Biar semua pada mengerti. OKE.
Kemunculan Jus Worker Bus kedua kalinya ke terminal itu, memunculkan kehebohan. Dalam hal ini, ada pihak yang merasa diuntungkan dan ada pihak yang merasa dirugikan. Pihak yang merasa diuntungkan adalah orang Melayu yang selalu mengatakan untung dan cewek mata belok. Abis orang-orang itu memandang Jus Worker Bus seperti memandang ikan yang sekali dilahap dan ditelan habis. Sedangkan pihak yang merasa dirugikan adalah orang Cina yang selalu mengatakan haya lugi nga... dan lelaki yang tak pernah punya kesempatan mendapatkan cewek-cewek itu.
Bagi bapak-bapak dan ibu-ibu tidak dapat kebagian dalam hal ini. Karena jatahnya tidak ada ditulis oleh malaikat-malaikat yang sudah mengantuk untuk menulisnya. Karena malaikat-malaikat tersebut begadang semalam suntuk. Selain itu, malaikat-malaikat itu kengantukan karena listrik tak hidup dari pagi sampai sore.
”Memang sialan tu PLN,” maki malaikat-malaikat itu.
”Lebih baik PLN diganti saja dengan KKN. Lebih kerenkan. KKN yang berarti Konyol-Konyol Nanar. Kolor-Kolor Nyasar. Kening-Kening Ngejendol. Kasus-Kasus Ngiler...”
”Makanan siap dihidangkan,” seru pedagang asongan.
”Memangnya saya koki,” maki Jus Worker Bus.
”Maaf, tarik coy,” kata kenek Bus.
Bus segera melaju meninggalkan terminal. Pengendara busnya adalah Jus Worker Bus yang tertawa terkekeh-kekeh. Menunjukkan giginya yang kuning langsat. Menyeringai. Menandakan kesenangannya yang luar biasa. Bisa menang dalam mengendarai bus. Menang sekali. Kalah beribu-ribu kali.
Penumpang bus senang saja mengikuti bus yang dikendarai Jus Worker Bus. Terlihat semua penumpang busnya molor-moloran. Semua penumpang bus tak merasa bahwa bus itu masuk jurang kelambu yang dipasang tali empat persegi rata. Jurang kelambu itu dekat dengan lubang jarum yang menuju kenisbian yang berupa titik hitam berwarna coklat biru berada di atas alis.
”Aku ada di mana?” tanya Jus Worker Bus dan semua penumpang bus yang ditumpanginya. Setelah mereka terjaga dari tidur panjang selama 360 menit. 360 menit itu berapa? Yang pandai matematika, jawablah. 360 menit itu berapa detik? Berapa jam? Menghitungnya jangan memakai jam karet ya? Karena jam karet itu sering molor juga. Sama saja dengan orang-orang yang molor tadi. Untuk itu, jangan molor ya?
~&&&~

0 komentar: