Senin, 25 Mei 2009

Menikmati Suguhan yang Tak Pernah Dibayangkannya

Diterangi cahaya indah malam di hatinya

Dinikmatinya suguhan yang tak pernah

Dibayangkannya

Begitu lezatnya

Tetapi anehnya

Jalanan yang perkasa menghapus jejak liur indahnya

Dalam secangkir kopi hangat dan teh panas

Melegak dalam keributan-keributan

Yang semuanya berteriak tak henti-henti

Sampai mati mencekal leher pernapasan

Kafe Quin Inn (PTK), 24052009 [09.46]

0 komentar: