Kamis, 02 Juli 2009

Jiwa Penulis

Jiwa penulis tersesat jauh
Karena kompas penunjuk jalannya
Hilang dilarikan kata-kata alam
Di setiap sudut waktu bergelam

Jiwa penulis tersesat jauh
Ke rimba kediaman kota hantu
Hantu-hantu yang senang makan bunga matahari cerutu
Dan senang melihat tugu khatulistiwa bersinar

Hingga sampai di ujung waktunya
Jiwa penulis tersesat di alam logika menyatu
Membaca buku-buku yang punya ayat satu
Tertuju pada makna menggugu singgasana soko guru

Rumah Perum 2 (PTK), 01072009

0 komentar: