Sabtu, 22 Agustus 2009

Matahari Merah Terbit

Matahari merah terbit di rimbun pepohonan
Memancarkan pesona berkilauan bertatahkan tempat
Tempat penjilat bersembunyi
Mengeruk keuntungan melimpah ruah

Pasir di tengah Sungai Kualan menguap
Mengalirkan air mendidih dalam gejolah yang pekat dan kental

Anak kecil menangis karena kekurangan air bersih
Tujuh liter per hari

Tabung pipa yang mengalirkan air bersih kering kerontang
Disapa kemarau dari sumber-sumber mata air riam
Yang merupakan pusat mengalirnya air bersih

Air limbah penambangan emas liar
Mengalir lancar dari sungai ke sungai
Yang jadi mata air kehidupan penduduk
Dengan ganas datang menggerogoti kulit dan menyambar nyawa

Burung bayan dilepaskan dari sangkarnya
Menuju alam kebebasannya
Menikmati hidup yang semakin luas
Dilepaskan anak-anak kecil yang ingin menghirup alam kebebasan
Walaupun kebebasan yang ingin mereka nikmati
Masih dalam angan-angan

Matahari merah terbit di rimbun pepohonan
Hilang lenyap dimakan kerakusan manusia batu
Ketika senja berbalut malam tak menawarkan kelezatan waktu

Meja Putih (PTK), 21081009

0 komentar: