Selasa, 13 Oktober 2009

Harimau Berguru Ilmu Kesaktian kepada Kucing

Dulunya, harimau bukanlah binatang garang dan sangat menakutkan seperti sekarang. Harimau adalah binatang yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Harimau adalah binatang lemah. Harimau adalah binatang yang tak pernah tahu menggunakan kekuatannya. Untuk menjadi binatang yang garang, menakutkan, dan mempunyai kekuatan tubuh, harimau harus menuntut ilmu dengan binatang yang pandai dan mempunyai kesaktian.
Kala itu, Kucing adalah binatang yang mempunyai kesaktian. Kucing adalah binatang garang, menakutkan, dan dapat menggunakan kekuatan tubuhnya sebagai senjata pembelaan diri. Oleh karena itu, banyak binatang berguru ilmu kesaktian kepada Kucing. Tak terkecuali binatang Harimau. Harimau pun mendatangi Kucing untuk berguru ilmu kesaktian. Kucing pun bersedia menerima Harimau sebagai muridnya.
Kucing memberikan ilmu kesaktiannya kepada Harimau. Harimau menerima ilmu tersebut dengan lancar, tidak ada hambatan sedikitpun. Sehingga Harimau menjadi binatang garang, menakutkan, dan dapat menggunakan kekuatan tubuhnya. Ternyata Harimau adalah binatang yang mempunyai sifat khianat. Sifat khianat yang membuat dia merencanakan akan membunuh Kucing sebagai gurunya. Dia berpikir, dengan membunuh Kucing, dia akan menjadi binatang yang sakti. Dia juga yakin bahwa dia akan mampu membunuh Kucing, karena ilmu kesaktian yang diberikan Kucing telah diserapnya secara keseluruhan. Ternyata dia lupa, tidak selamanya semua guru silat akan memberikan semua ilmu kesaktiannya pada muridnya. Pasti ada satu ilmu pamungkas yang tidak diberikan guru pada muridnya. Ilmu pamungkas yang tidak diberikan itu dijadikan salah satu alat berjaga-jaga sang guru bila sewaktu-waktu muridnya berkhianat membunuh gurunya. Bila pembunuhan itu dilakukan muridnya kepada gurunya maka dengan mudah sang guru dapat menangkal ilmu kesaktian sang murid dengan ilmu pamungkas tersebut. Sehingga sang guru tidak akan tewas di tangan muridnya yang berkhianat itu.
Setelah rencana pembunuhan terhadap Kucing dianggap Harimau tepat. Harimau segera melaksanakan rencananya. Saat itu Kucing dalam keadaaan bersantai. Harimau melancarkan serangannya dengan cara menerkam Kucing. Dia berpikir, dengan sekali terkaman saja, Kucing akan mati. Tapi, Kucing sudah mempunyai firasat sebelumnya bahwa Harimau akan mengkhianatinya. Sehingga Kucing telah bersiap-siap setiap waktu. Saat Harimau melancarkan serangannya berupa terkaman, Kucing pun dengan mudah menghindari serangan itu.
”Hai muridku, apa-apaan ini? Kamu ingin membunuhku?” seru Kucing dalam kekagetan, ketika dia lepas dari terkaman Harimau.
”Betul Kucing. Aku ingin membunuhmu. Bila kamu mati di tanganku maka aku akan menjadi binatang yang sakti,” geram Harimau.
”Murid kualat, tidak tahu diuntung.”
”Memang aku tidak tahu diuntung. Aku tidak tahu diuntung ini akan menjadi binatang yang beruntung. Karena, hari ini aku akan membunuhmu. Kucing? Kucing? Kamu hanya tinggal kenangan,” kata Harimau tidak memanggil Kucing dengan kata guru. Walaupun Kucing tetap memanggil Harimau dengan nama murid.
”Kurang ajar...” Belum sempat Kucing melanjutkan perkataannya. Harimau sudah melancarkan jurus kesaktian yang diajarkannya. Kucing melakukan penangkisan. Sehingga serangan Harimau kandas. Harimau tidak patah semangat. Dia terus melancarkan serangannya bertubi-tubi. Membuat Kucing keteter. Kucing mulai menggunakan akal cerdiknya. Dia menangkis serangan Harimau sembari berlari menjauh. Harimau terus mengikuti dan bernapsu membunuh Kucing secepat mungkin. Cecar-mencecar berlangsung antara Harimau dengan Kucing. Sehingga Kucing terdesak pada sebatang pohon. Melihat hal tersebut, Harimau merasa puas. Harimau tertawa lepas. Karena, tidak lama lagi dia akan menamatkan nyawa Si Kucing. Si Kucing menatap Harimau dengan melotot.
”Muridku, hentikan perbuatanmu ini. Perbuatan yang kamu lakukan ini adalah perbuatan terkutuk dan durhaka. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa seorang murid menjadi tega membunuh gurunya,” cegah Kucing. Sambil berkata itu, Kucing mencari jalan keluar agar dia lepas dari cengkeraman Harimau yang ingin membunuhnya.
”Tidak akan Kucing! Hari ini, hari terakhirmu melihat dunia. Karena, hari ini, ajalmu akan kucabut. Bersiaplah menerima kematianmu, Kucing! Biarlah sejarah berkata apa, aku tak peduli. Yang penting aku dapat membunuhmu dan menjadi binatang yang sakti, karena dapat mengalahkanmu,” kata Harimau melakukan serangan dengan cengkeraman tangan dan taringnya.
”Baiklah, muridku. Memang kamu adalah murid yang tidak dapat dinasihati! Dengar muridku, tidak semudah itu kamu dapat membunuhku. Sampai kapanpun. Karena, aku adalah gurumu. Tidak ada sejarah murid dapat mengalahkan ilmu kesaktian gurunya. Tidak akan!” balas Kucing.
Kucing menghindari serangan Harimau. Kucing naik ke atas pohon dengan kepala di atas. Harimau juga melakukan hal yang sama. Kemudian Kucing turun dari pohon dengan kepala di bawah. Harimau tidak bisa melakukannya. Karena, ilmu yang dilakukan Kucing belum diberikan Kucing padanya. Melihat ilmu kesaktian yang barusan dipamerkan Kucing, membuat Harimau sakit hati dan geram. Makin membuat Harimau marah besar. Karena, Kucing tidak sepenuhnya memberikan ilmu kesaktian padanya.
Di bawah pohon Kucing tersenyum.
”Selamat tinggal muridku. Semoga kamu sadar dengan pelajaran hidup hari ini,” kata Kucing meninggalkan Harimau dengan masih membawa senyuman yang berarti.
”Tunggu Kucing kurang ajar. Rupanya Kamu tidak tuntas mengajarkan semua ilmu kesaktian itu kepadaku. Kamu adalah guru yang tidak baik. Aku bersumpah hari ini sampai nanti, aku tetap akan membunuhmu kalau bertemu denganmu. Semua tubuhmu akan kumakan. Kalau badanmu tidak dapat kumakan, tair-tairmu juga akan kumakan kalau kuketemukan,” sahut Harimau turun dari pohon dengan menjatuhkan badannya.
Di bawah pohon, Harimau hanya mendapatkan telapak kaki Kucing yang sudah lari menjauh darinya. Harimau hanya melotot geram mendapati telapak kaki Kucing.
Sejak kejadian itulah, seekor Kucing kalau membuang kotorannya, dia selalu menimbunnya dan menciumnya sampai tidak tercium lagi. Itu dilakukan Kucing agar kotorannya tidak dimakan Harimau.
~&&&~

Catatan:
* tair-tair : tahi-tahi; kotoran yang keluar dari dubur
* Penutur cerita: Wak Anjang Are
* Cerita ini berasal dari Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat

3 komentar:

Ciku Jadug mengatakan...

>>>Cara Mendapatkan Informasi Ghaib -
>>>Cara Mendatangan GoLongan Jin -
>>>Cara Merubah Batu Jadi Emas Intan Dan Permata -
>>>Do'a Dzikir Rajah Kodam Wassyamsi Waduhaha -
>>>Ilmu Merubah Kertas / Daun Jadi Uang -
>>>Ilmu Merubah Kertas Jadi Uang -

Pakar Kesuksesan mengatakan...

di era sekarang ini, semua orang menginginkan sukses , entah itu sukses dalam bidang rumah tangga, pekerjaan dan lain sebagainya. banyak yang menempuh jalan pintas seperti Pesugihan namun sangat di sayangkan hampir semua orang tidak mengetahui cara sukses yang benar dan terbukti ampuh mengantarkan orang ke gerbang kesuksesan, tanpa Ilmu sukses banyak dari mereka yang terjebak dengan cara instan yang akhir nya malah membuat mereka terpuruk dalam meraih keadaan yang jauh dari kata sukses , untuk itu proses untuk meraih kesuksesan juga perlu untuk diperhatikan. untuk anda yang ingin meraih kesuksesan kami tawarkan sebuag rahasia sukses yang akan menuntun anda meraih kesuksesan. silahkan klik disisni =>Rahasia sukses

tambahan , informasi tentang Pesugihan halal silahkan klik disini => Pesugihan tanpa tumbal , Batu Mustika , Batu Bertuah

fatna angkasa mengatakan...

menjual buku-buku: metafisika,agama,beladiri/silat,tenaga dalam,
kerejekian,penyembuhan,dll:
Copy Link:
http://yourmetafisika.blogspot.co.id/